Gubernur Santuni 2.000 Anak Yatim Piatu
SAMARINDA – Masih dalam
suasana Hari Anak Nasional 2018, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak
meluapkan rasa haru dan bahagia memasuki usia ke-70 tahun terus menunjukkan
jiwa simpatinya.
Setelah berbagi dengan 1.000 anak
berkebutuhan khusus (ABK) dan penyandang disabilitas pada Sabtu (21/7), kini
giliran 2.000 anak yatim piatu mendapatkan kebahagiaan.
Gubernur mengungkapkan seluruh anak-anak
Kaltim merupakan aset dan investasi masa depan Kaltim yang harus mendapatkan
perhatian dan semua pihak wajib peduli terhadap mereka.
“Gantungkanlah cita-cita setinggi
langit. Kalian sebagai generasi penerus dan aset kami untuk membangun Kaltim
agar semakin baik dan maju," katanya pada
penyerahan santunan kepada 2.000 anak yatim piatu di Pendopo Lamin Etam, Senin
(23/7).
Ditegaskannya, kepedulian dan perhatian
bagi anak-anak yang tidak mampu terlebih sudah tidak memiliki orangtua akan
mampu membahagiankan dan menggembirakan mereka.
Pemerintah provinsi diakuinya, terus
berupaya memberikan perhatian besar bagi anak-anak Kaltim di sektor pendidikan,
kesehatan maupun bidang-bidang lainnya.
Khusus bidang pendidikan dilakukan
secara merata tanpa membedakan jenjang pendidikan dari pendidikan dasar
(PAUD/TK) hingga perguruan tinggi.
Termasuk pendidikan di perkotaan dengan
pedesaan untuk sarana prasarana hingga dukungan bantuan pembiayaan pendidikan
melalui Beasiswa Kaltim Cemerlang (BKC).
Awang mengingatkan hingga saat ini
kekayaan sumber daya alam (SDA) Kaltim masih berlimpah dan harus mampu
meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Kekayaan
SDA yang berlimpah ini semata-mata untuk generasi penerus Kaltim agar mereka
semakin berkualitas, mandiri dan berdayasaing,” ujarnya.
Dirinya berharap pihak swasta ikut
terlibat dan berperan dalam kepedulian dan perhatian kepada anak-anak Kaltim
serta memanfaatkan dana CSR untuk menolong mereka.
"ASN
termasuk TNI/Polri dan BUMD wajib zakat 2,5 persen. Saya minta swasta melalui
CSR bisa mengalokasikan dana pengentasan kemiskinan dan anak yatim,” ungkapnya.
Dia menambahkan menyalurkan zakat maupun
bersedekah termasuk menyantuni anak yatim
piatu bisa dilakukan setiap saat.
Hadir Hj Encek Amelia Suharni Faroek dan Pj Sekprov Kaltim Hj Meiliana serta Kepala Dinas Sosial Kaltim Budi Pranowo, jajaran FKPD Kaltim serta asisten, staf/tenaga ahli gubernur, kepala biro danpimpinan OPD di lingkungan Pemprov Kaltim.(mar/poskotakaltimnews.com)